Wali Kota Tanjung Balai Mahyaruddin Salim Batubara Bersilaturahmi Bersama Jemaah Haji Kota Tanjung Balai

Tjg. Balai, Redaksi Potret Bhayangkara News//

Suasana haru dan penuh kehangatan menyelimuti kunjungan Wali Kota Tanjung balai Mahyaruddin Salim Batubara bertemu jemaah haji kloter 11 asal Kota Tanjung balai yang berada di Syare Manshur, Hotel Wehdah Hussein Mumtaz, Sektor 6, Makhtab 602, Arab Saudi. 

Kehadiran Wali Kota Mahyaruddin Salim disambut penuh rasa syukur oleh para jemaah haji Kota Tanjung balai terdiri dari 129 jemaah ditambah 1 Ketua Kloter Fadlin Gea yang merupakan Kepala Kantor Kementerian Agama Nias Selatan yang tengah bersiap menghadapi puncak ibadah haji.

Wali Kota Mahyaruddin berharap para jemaah dapat menjalankan ibadah haji dengan lancar dan penuh rasa syukur, serta menjadi ladang amal bagi para jamaah dan keluarga.

Saat mendengar cerita dari bapak/ibu saya, banyak masukan yang menjadi bahan evaluasi pelaksanaan ibadah haji tahun depan dan harapan jemaah tentu beragam, jelasnya. 

Melaksanakan haji bukan persoalan mau saja karena panggilan Allah menunaikan rukun islam yang ke 5 namun, perlu di pahami rangkaian ibadah haji hanya satu kali dalam setahun jangan sampai batal karena saat ini daftar tunggu reguler 25 sampai dengan 30 tahun.

Maka perlu Fisik yg sehat karena aturan di Arab Saudi sewaktu waktu dapat berubah-ubah yang mewajibkan para jemaah berjalan bahkan kadang harus melakukan perjalanan berkilo meter karena ada rukun haji yang wajib dikerjakan sendiri atau wajib haji. Kalau wajib haji bisa digantikan oleh orang lain istilahnya bayar denda (DAM) pada puncak haji yang sangat berat Armuzna Mabit Arafah, sebut Wali Kota. 

Menurutnya, stamina jemaah harus benar-benar dijaga karena pelaksanaan puncak ibadah haji sangat membutuhkan tenaga yang cukup besar dan peraturan di Arab Saudi yang sewaktu-waktu berubah. 
Jamaah harus tetap bahagia, banyak bersyukur, makan dan minum yang cukup serta menjaga kesehatan. Jangan terlalu memaksakan diri karena perjalanan ibadah masih panjang bermalam di Arafah, Musdalifah dan mabit di Mina,” katanya saat bertemu jemaah.

Lanjut Wali Kota, pada saat mengambil batu Musdalipah, bermalam di tenda di Mina dan Jamarot melontar Jumrah Ula, Wustha, lalu Aqabah dimulai 8 Zulhijah sampai dengan 12 Zulhijah yaitu napar awal atau napar sani ditutup dengan tawaf ifadah lalu sa'i dan Tahallul di Masjidilharam (Makkah) dan semua itu sudah di lewati jemaah haji asal Tanjung balai. Mudah-mudahan mendapat haji yg mabrur dan mabruroh, Aamiin Ya Rabbal Alamin, paparnya. 

Tentunya dalam penyelenggaraan dan pelaksanaan haji ada kekurangan dan kelemahan baik dari Pemerintah daerah maupun Pemerintah Pusat, kami mohon dimaafkan, ucap Wali Kota Tanjung balai. 

Sebagai informasi, Jemaah Haji Kota Tanjung balai tergabung dalam kloter 11 Embarkasi Medan, Sumatera Utara dijadwalkan tiba di tanah air sabtu malam (13/6/2026) melalui Bandar Udara Internasional Kualanamu (KNO), Deli Serdang. 

Seluruh jemaah akan diterima langsung oleh Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tanjung balai bersama Forkopimda beserta keluarga di Alun Alun Sultan Abdul Jalil Rahmadsyah, Minggu pagi (14/6/2026)

Berdasarkan laporan dari Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Tanjung balai, H. Abdullah Syadad, tahun ini jemaah haji Kota Tanjung balai yang akan menjalankan ibadah haji berjumlah 133 orang, namun jelang keberangkatan mengalami perubahan menjadi 130 orang ditambah 1 orang Ketua Kloter. Satu orang jemaah meninggal dunia sebelum keberangkatan, sementara dua lainnya batal berangkat karena alasan kesehatan. (Ak) 

Posting Komentar

0 Komentar